Taman Sari Jogja, Wisata Sejarah yang Tak Pernah Kehilangan Pesona

Taman Sari Jogja – Seperti yang telah banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahwa Jogjakarta merupakan salah datu daerah di Pulau Jawa yang memiliki segudang tujuan wisata  salah satunya adalah wisarta sejarah.

Banyak sekali peninggalan sejarah yang bisa kita pelajari di Jogja dengan kemasan wisata, misalnya saja Candi, Museum, Keraton, dan masih banyak lainnya. Dan kini wisata sejarah tak kalah digemari oleh wisatawan untuk menjadi salah satu destinasi wisata.

Seperti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sering disebut dengan Keraton Jogja merupakan salah satu landmark sejarah yang banyak dijadikan destinasi wisata sejarah wajib bagi para wisatawan. Dan yang menjadi salah satu bagian dari Keraton Jogja adalah Taman Sari Jogja.

Taman Sri yang dikenal dengan Istana air ini merupakan tempat rekreasi dan menghabiskan waktu luang oleh para keluarga Kerajaan. Di Taman Sari Jogja ini sebagian bangunannya masih kokoh. Gaya arsitektur bangunan yang menarik banyak dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk mengabadikan gambar.

Bahkan, karena latar yang bagus, tempat ini sering dijadikan lokasi prewedding. Salah satu yang melakukan sesi prewedding  di Taman Sari ini adalah anak Presiden Jokowi, yaitu Kahiyang dan pasangan. Desain arsitektur bangunan ini memiliki banyak lorong- lorong.

Untuk memudahkan wisatwan menyusuri semua area Taman Sari tanpa merasa bingung, saat berada di pintu masuk Taman Sari terdapat banyak sekali tour guide. Tour guide ini siap menemani wisatawan berkeliling ke dalam Taman Sari serta menjelaskan setiap bagian bangunan dan sejarah Taman Sari secara rinci.

Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Sejarah Taman Sari Yogyakarta
Gambar via: kudisini .com

Siapa sih yang tidak tertarik untuk melihat dan mengetahui langsung sejarah dari lokasi wisata yang kita kunjungi. Banyak sekali informasi yang dapat kita dapatkan saat mengunjungi lokasi wisata sejarah.

Sumber informasi tersebut dapat berupa bangunan yang ada, benda peninggalan, keterangan yang ada, bahkan informasi dari seorang juru kunci ataupun tour guide yang ada. Berikut beberapa Sejarah yang ada di Taman Sari Yogyakarta:

Tahun Pembangunan

Kebun dan Istana Air ini dulunya dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.

Taman Sari ini dibangun terdiri dari kurang lebih 57 bangunan yang terdiri dari gedung, kolam pemandingan, kanal air, danau buatan, jembatan gantung, bahkan pulau buatan dan lorong- lorong bawah air.

Sejarah Lokasi Taman Sari

Banyak yang menyebutkan bahwa lokasi dimana Taman Sari ini dibangun adalah di tempat yang dulunya merupakan Keraton Lama, Pesanggrahan Garjitawati.

Pesanggrahan ini dulunya didirikan oleh Susuhan Paku Buwono II. Dulunya tempat ini adalah tempat yang digunakan untuk persinggahan dan istirahat kereta berkuda yang hendak melakukan perjalanan ke Imogiri.

Pembangunan Taman Sari

Pembangunan Taman Sari ini dirancang oleh arsitek asal Portugis yang bernama Demang Tegis. Dan pembangunan Taman Sri ini dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro, namun seluruh biaya pembangunan ini di tanggung oleh Bupati Madiun Tumenggung Prawirosentiko berserta rakyatnya.

Sehingga daerah Madiun saat itu bebas dari pembayaran pajak. Namun ditengah pembangunan Taman Sari, Tumenggung Mangudipuro mengundurkan diri dan digantikan dengan Pangeran Natakusuma.

Fungsi Bangunan

Taman Sari ini resmi dibuka secara efektif antara tahun 1765 -1812. Dan bangunan ini difungsikan sebagai kebun Kerajaan, dan banyak digunakan sebagai area rekreasi oleh para keluarga Kerajaan.

Namun ada beberapa bangunan yang digunakan sebagai benteng pertahanan apabila Istana diserang oleh musuh.

Mitos Taman Sari Yogyakarta

Mitos Taman Sari Yogyakarta
Gambar via: balistarisland .com

Tak pernah heran jika di suatu tempat lokasi wisata banyak tersebar berbagai mitos mengenai keadaan loksi tersebut, apalagi lokasi wisata sejarah.

Mitos dari lokasi wisata sejarah tak pernah terpisahkan dari mitos- mitos yang telah tersebar luas di masyarakat. Berikut adalah beberapa mitos mengenai Taman Sri Jogja yang banyak tersebar dimasyarakat:

Lorong Air Bawah Tanah yang Tembus ke Pantai Selatan

Manyak mitos dan rumor yang tersebar dimasyarakat bahwa ada sebuah lorong bawah tanah yang dikenal dengan nama Lorong Sumur Gumuling ini memiliki panjang yang luar biasa.

Bahkan banyak warga sekitar lokasi Taman Sari yang mempercayai bahwa jika diikuti ujung Lorong Sumur Gumuling ini akan menembus ke Pantai Selatan. Konon dulu ada yang memasuki Lorong Sumur Gumuling ini dan jalan terus tanpa sadar telah sampai ke Pantai Parangtritis

 Mitos Lorong Sumur Gumuling

Ada yang mempercayai bahwa Lorong Sumur Gumuling yang terdapat di Taman Sari Yogyakarta ini merupakan tempat pertemuan antara Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul dengan Sultan.

Banyak yang meyakini bahwa pertemuan antara Nti Roro Kidul dan Sultan di Lorong Sumur Gumuling ini agar Kerajaan di Gunung Merapi menyatu dengan Keraton.

Lokasi Wisata yang Wajib Terkunjung di Taman Sari

Sejarah Pulau Kenanga Taman Sari Yogyakarta
Gambar via: static.panoramio .com

Ada komplek lokasi yang berada di Taman Sri yang tak bolh dilewatkan oleh para wisatawan, diantaranya adalah

  • Pulo Kenanga

Bagian Pulo Kenanga merupakan sebuah pulau yang berada di tengah danau buatan. Tempat yang dulunya sebagai tempat tertinggi di Taman Sari ini di tengahnya terdapat sebuah gedung bernama Gedhong Kenanga.

Di Gedhong Kenanga ini dapat melihat keseluruhan wilayah keraton. Dulunya ini merupak suatu lokasi yang digunakan untuk menyelamatkan diri menuju terowongan saat terdapat musuh.
  • Pulo Cemethi

Selain itu juga terdapat Pulo Cemethi, di Pulo Cemethi inilah dulu sering digunakan oleh anggota kerajaan untuk melakukan meditasi.

  • Sumur Gumuling

Yang paling dikenal adalah Sumur Gumuling, merupakan suatu tempat ibadah berupa masjid yang berada di bawah tanah. Dulunya jika adzan di Sumur Gumuling ini akan terdengan di seluruh kota.

Sumur Gumuling ini berbentuk ceruk melingkar dan terdiri dari sua lantai yang digunakan untuk jemaah laki- laki dan perempuan.

  • Gedhong Lopak-Lopak (Gopok-Gopok)

Dulunya bangunan ini merupakan sebuah menara dengan dua lantai, namun kini banginan ini sudah digantikan dengan taman yang memiliki sisi persegi delapan

  • Gedhong Gapura Hageng

Adalah sebuah Gapura atau gerbang utama yang terletak disebelah barat. Gapura Gageng ini memiliki ruangan dua tingkat yang dihiasi dengan berbagai ornamen yang disebut sengkalan. Sengkalan merupakan visual dari tahun pembangunan,nya yaitu tahun 1765 saat Taman Sari dibangun

  • Umbul Pasiraman

Umbul pasiraman merupakan tempat pemandian Sultan, beserta keluarganya. Umbul ini dikelilingi oleh tembok yang menjulang. Umbul yang sering disebut dengan Umbul Binangun ini memiliki tiga kolam, yaitu Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan umbul Binangun.

  • Gedhong Gapura Panggung

Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama yang digunakan untuk memasuki wilayah Taman Sari. Gerbang ini terdapat di sebelah timur Taman Sari. Pada Gapura ini juga terdapat ornamen sengkalan memet yaitu tahun 1758 yang merupakan tahun selesainya pembangunan Taman Sari.

  • Gedhong Temanten

Gedhong temanten ii merupakan Gedong penjagaan yang berada di sebelah timur Gedhong Gapura Panggung.

  • Gedhong Sekawan

Gedhong Sekawan terletak di sebelah timur Umbul Pasiraman, dan merupakan tempat yang digunakan oleh Sultan untuk beristirahat.

Alamat Denah Taman Sari Jogja

Denah Lokasi Taman Sari Jogja
Gambar via: lihat .co.id

Lokasi wisata Taman Sari Jogja terhitung tak terlalu jauh dari pusat kota maupun loksi wisata lainnya di Jogjakarta. Taman Sri Jogjakarta berada di Jalan Taman, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi ini tidak jauh dari lokasi Keraton Jogja, yaitu bisa ditempuh hanyadengan waktu 15 menit. Untuk menuju ke loasi ini terdapat banyak aksen kendaraan umum.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi juga tak perlu khawartir, disini terdapat area parkir, dan jika masih bingung dengan rutenya. Berikut adalah rute alamat menuju Taman Sari Yogyakarta:

Rute 1Rute 2
Dimulai dari Jalan Malioboro Jogja, menuju ke arah selatan melewati Titik Nol Kilometer dan Kantor POS lalu menuju ke selatan menuju alun-alun Utara Keraton.

Kemudian belok kanan menuju Jl Ngasem , lurus saja hingga menemukan Pasar Ngasem, kemudian belok ke kiri menuju Jl Tamanan lalu sekitar 100m.

Jika sudah menemui tembok benteng utih, kemudian bisa langsung menuju pintu masuk Taman Sari
Dari pusat Alun-alun selatan bisa menuju ke arah barat melewati Jl Patehan Lor.

Kemudian bisa langsung menemukan Jl Taman lalu masuk hingga menemui Gerbang Taman Sari Jogjakarta

Jam Buka dan Tiket Masuk Taman Sari

Tiket Masuk Taman Sari Yogyakarta
Gambar via: bookprimera .com
  • Jam Buka Taman Sari Yogyakarta

Lokasi wisata Taman Sari yang memiliki luas sekitar 10 hektar dan memiliki pemandangan yang indah dan sejarah yang menarik ini selalu menjadi sorotan para wisatawan, namun tak semua wisatawan mengetahui info mengenai lokasi ini.

Ya lokasi wisata Taman Sari ini di buka untuk umum setiaphari. Buka dari Senin hingga Minggu pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00
  • Harga Tiket Taman Sari Jogja:

KategoriWisatawan LokalWisatawan Asing
Tiket MasukRp 5000,00Rp 12.000,00
Tiket KameraRp 2000,00
*harga ang terdaftar dapat berubah sewaktu-waktu

Kampung Taman Sari Jogjakarta

Kampung Wisata Lokasi Taman Sari Jogja
Gambar via: piknikasik .com

Taman Sari Jogjakarta ini adalah lokasi wisata sejarah yang berlokasi di pusat Kota Jogja, jadi tak perlu menempuh waktu lama untuk para wisatawan yang tengah berada di Jogja.

Karena letaknya yang dekat dengan kota maka tak perlu khawatir untuk fasilitas yang tersedia di sini, bahkan terhitung lengkap. Di sekitar Taman Sari terdapat Keraton Jogja yang juga dapat di kunjungi oleh wisatawan, selain itu adalah Alun-Alun Selatan, yang sering disebut Alun- Alun Kidul dan disingkat sebagai Alkid.

Di Alkid ini terdapat dua pohon beringin yang besar dan berjejer. Banyak mitos yang menyebutkan bahwa jika seseorang berhasil melewati diantara dua pohon beringin dengan mata tertutup maka apa yang hendak menjadi hajatnya akan terkabul.

Tak ayal jika disini banyak wisatawan yang ingin mencoba melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup. Bahkan juga terdapat orang yang berjualan dan menyewakan penutup mata untuk melewati pohon beringin tersebut.

Jika malam sudah tiba, banyak terdapat area permainan, seperti sepeda goes lampu, becak berlampu yang dapat disewa untuk keliling Alun-Alun Kidul ini. Tak perlu khawatir juga untuk urusan perut. Di sekitaran Taman Sari maupun Alun-Alun kidul ini terdapat banyak sekali penjual makanan.

Untuk para wisatawan yang ingin bermalam, karena letak Taman Sri yang tak jauh dari pusat Kota Jogjakarta, maka tak akan sulit untuk menemukan penginapan.

Itulah beberapa informasi mengenai Taman Sari Jogjakarta, selamat berlibur dear..
Our Reader Score
[Total: 3 Average: 5]

Tinggalkan komentar